Jelang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), Dojo Naga Gelar Tes Kemampuan Karateka Selama Dua Hari


 


Minggu, 30 November 2025

Dalam rangka mempersiapkan para Karateka menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Gokasi Bangka Belitung yang akan digelar pada Minggu, 14 Desember 2025 mendatang, Dojo Naga melaksanakan kegiatan Tes Kemampuan Karateka (TKK) selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 29–30 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan Karateka dari berbagai tingkatan sabuk yang rutin berlatih di bawah naungan Gokasi Dojo Naga.

Pelaksanaan TKK ini sudah menjadi tradisi rutin di Dojo Naga setiap menjelang UKT. Tes ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan mental, fisik, dan penguasaan teknik para Karateka sebelum menghadapi penguji dari berbagai dojo yang tergabung dalam Gokasi Babel.


Evaluasi Menyeluruh Dua Hari

Kegiatan TKK dilakukan secara ketat dan menyeluruh. Selama dua hari berturut-turut, para Karateka diuji dalam tiga aspek utama:

1. Kihon (Gerakan Dasar) — mencakup kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, serta perpindahan langkah.

2. Kata (Jurus) — penguasaan hafalan, ketepatan gerakan, ritme, tenaga, dan fokus.

3. Kemampuan Fisik dan Mental — stamina, ketahanan tubuh, kedisiplinan, serta sikap mental karateka.


Tak hanya aspek teknik bela diri, kemampuan administrasi dan finansial para Karateka juga menjadi bagian yang diperhatikan. Menurut tradisi Dojo Naga, kesiapan finansial bukan soal mahal atau murah, namun bagian dari pembentukan tanggung jawab Karateka dalam mengikuti setiap proses latihan.

Pesan Tegas dari Sensei Deky Marcose

Ketua Dojo sekaligus pengampu utama, Sensei Deky Marcose, menegaskan bahwa TKK adalah bagian penting yang wajib diikuti semua Karateka Dojo Naga sebelum menghadapi UKT resmi. Ia menyampaikan bahwa kenaikan tingkat bukan sekadar pergantian warna sabuk, melainkan bentuk penghargaan terhadap teknik, disiplin, dan kerja keras Karateka.

 “Untuk tradisi khususnya di Dojo Naga, setiap menjelang Ujian Kenaikan Tingkat, kami selalu melakukan Tes Kemampuan Karateka. Hal ini dilakukan agar para Karateka benar-benar siap saat mengikuti UKT nanti,” jelas Sensei Deky.

Ia menambahkan bahwa tidak ada gunanya naik sabuk jika kemampuan dasar para Karateka masih lemah.

“Percuma naik sabuk dan berganti warna sabuk baru, tetapi mereka tidak mampu menghafal KATA dengan baik dan bagus, tidak mampu menghafal Kihon dengan benar. Ini sangat penting,” tegasnya.

Sensei Deky juga menyinggung masalah kebanggaan dojo. Ia menuturkan bahwa saat UKT nanti, penguji berasal dari berbagai dojo gabungan, sehingga kualitas tiap peserta akan sangat terlihat oleh seluruh pengurus dan pelatih Gokasi Babel.

Harga Diri Dojo Dipertaruhkan

Dalam penyampaiannya, Sensei Deky dengan jujur mengatakan bahwa dirinya akan merasa sangat malu bila ada Karateka Dojo Naga yang tampil buruk atau tidak hafal jurus.

Takutnya kalau kita tidak hafal dengan baik, tim penguji akan bertanya: ‘Kamu dari dojo mana?’ Kalau jelek, saya akan sangat malu sekali, seperti saya ditampar sekuatnya dan tersudut karena Karateka kita tidak hafal dan gerakannya buruk,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, latihan rutin maupun ekstra latihan yang dilakukan selama bulan November bukan hanya sekadar formalitas, tetapi bentuk kesungguhan Dojo Naga untuk menjaga kualitas dan nama baik dojo.


Sensei Deky menegaskan bahwa ketegasannya selama latihan bukan untuk menakut-nakuti Karateka, tetapi untuk membentuk mental dan teknik yang kokoh.

 “Saya selalu mendidik bahkan selalu tegas setiap latihan agar gerakan yang bagus dan baik. Saya ingin ketika mereka mengikuti UKT, mereka tampil percaya diri dan membanggakan dojo,” ujarnya.

Semangat Karateka Mengikuti TKK

Puluhan Karateka terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian tes. Walaupun melelahkan, mereka tetap semangat menyelesaikan setiap instruksi yang diberikan. Para Karateka dari sabuk putih hingga sabuk coklat diuji dengan porsi yang berbeda sesuai tingkatan masing-masing.

Pada hari pertama, fokus utama adalah Kihon dan penguasaan jurus-jurus dasar untuk sabuk rendah dan menengah. Hari kedua dilanjutkan dengan penilaian Kata tingkat lanjut serta simulasi Kumite ringan untuk menguji kelincahan dan ketahanan mereka.

Tidak sedikit Karateka yang mengakui bahwa TKK ini membuat mereka lebih menyadari kekurangan teknik masing-masing. Banyak pula yang merasa jauh lebih siap setelah mendapatkan koreksi langsung dari para pembina dan senior.

Persiapan Menuju UKT Gokasi Babel 2025

Ujian Kenaikan Tingkat Gokasi Bangka Belitung tahun 2025 akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025. UKT ini merupakan agenda besar tahunan yang diikuti oleh seluruh dojo di bawah Gokasi Babel, sehingga para peserta akan diuji oleh tim penguji resmi dari dewan pelatih provinsi.

Sebagai dojo dengan jumlah Karateka aktif yang cukup banyak, Dojo Naga selalu berupaya memberikan persiapan terbaik sebelum mengirimkan Karateka ke arena UKT. TKK yang dilakukan setiap tahun menjelang UKT terbukti membantu mengukur kemampuan dan meminimalisir kesalahan yang berpotensi membuat Karateka gagal naik tingkat.

Disiplin, Mental, dan Konsistensi adalah Kunci

Sensei Deky Marcose kembali mengingatkan bahwa pencapaian dalam karate bukan diukur dari seberapa cepat Karateka berganti sabuk, melainkan seberapa konsisten mereka menguasai teknik dan menjalani proses latihan.

 “Ujian kenaikan tingkat dan memiliki sabuk yang tinggi bukan semata untuk gagah-gagahan atau pamer. Akan tetapi harus sesuai kemampuan. Ini sangat penting,” tegasnya.

Karate, menurutnya, adalah seni bela diri yang tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga karakter, mental, dan tanggung jawab. Oleh sebab itu, nilai-nilai kedisiplinan yang diajarkan di Dojo Naga diharapkan dapat membentuk Karateka yang bukan hanya kuat, tetapi juga berakhlak baik dan rendah hati.

Penutup

Pelaksanaan Tes Kemampuan Karateka (TKK) selama dua hari ini menjadi bukti keseriusan Dojo Naga dalam menjaga kualitas dan kehormatan dojo. Dengan persiapan yang matang, ketegasan pelatih, dan semangat para Karateka, Dojo Naga siap mengirimkan Karateka terbaiknya untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Gokasi Babel pada 14 Desember mendatang.

Semoga seluruh Karateka Dojo Naga dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi disiplin, dan membawa kebanggaan bagi dojo serta organisasi Gokasi Bangka Belitung.

Dispensasi Khusus bagi Karateka yang Sakit

Di balik ketegasan aturan TKK, Dojo Naga juga memberikan kebijakan yang manusiawi bagi Karateka yang benar-benar berhalangan hadir karena sakit. Sensei Deky Marcose menjelaskan bahwa dojo tetap memberikan dispensasi khusus kepada Karateka yang tidak bisa mengikuti TKK dengan alasan kesehatan, selama dibuktikan secara resmi.

 “Jika ada Karateka yang berhalangan hadir karena sakit dan bisa dibuktikan dengan surat keterangan dokter serta diperkuat oleh keterangan orang tua, maka kami memberi dispensasi khusus sebagai kompensasi. Ini murni karena sakit, bukan alasan izin biasa,” tegas Sensei Deky.

Untuk itu, pada Jumat, 5 Desember 2025, Dojo Naga akan mengadakan tes khusus bagi Karateka yang sebelumnya berhalangan hadir. Tes ini dilakukan dengan standar penilaian yang sama seperti TKK reguler.

 “Nanti Jumat ini tanggal 5 Desember saya akan tes khusus yang sakit. Kalau lolos tes tersebut, mereka diperbolehkan membayar biaya ujian dan mengikuti UKT. Tujuannya agar tetap adil, disiplin terjaga, tetapi mereka yang sakit tetap punya kesempatan,” tambahnya.

Dengan adanya kebijakan ini, Dojo Naga menunjukkan bahwa disiplin tetap dijunjung tinggi, namun tetap ada ruang toleransi yang bijak dan terukur bagi Karateka yang benar-benar memiliki kendala kesehatan.

Jika ingin saya gabungkan langsung ke dalam berita utuh 1000 kata tanpa terpisah, cukup bilang “gabungkan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar