Seleksi Tahap 1 Gerakan Yang Bagus Sebagai Syarat Ikut Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk


 


Puluhan Karateka Dojo Naga Ikuti Seleksi Tahap 1 Menuju UKT Desember 2025

Pangkalpinang — Sabtu, 29 November 2025.

Suasana Dojo Naga pada Sabtu sore tampak berbeda dari biasanya. Jika pada hari-hari biasa para Karateka berlatih sesuai jadwal rutin, maka hari ini mereka mengikuti sesi khusus yang sangat penting, yaitu Test Dojo Naga Tahap 1, sebuah proses seleksi awal sebelum mereka dinyatakan layak untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bulan depan. Seleksi ini merupakan langkah awal yang diadakan secara internal untuk memastikan kesiapan para Karateka, baik dari aspek teknik, kedisiplinan, maupun mental.

Puluhan Karateka dari berbagai tingkatan sabuk hadir dan mengikuti seleksi dengan serius. Mereka datang dengan seragam karate rapi, penuh semangat, namun juga membawa rasa tegang karena tahu bahwa seleksi ini bukan hanya formalitas. Dojo Naga, yang dikenal sangat ketat soal kualitas teknik, menjadikan proses seleksi ini sebagai gerbang pertama sebelum para Karateka melangkah ke UKT yang dijadwalkan pada Minggu, 14 Desember 2025.

Seleksi Internal Sebagai Standar Mutu Dojo

Ketua Dojo Naga, Sensei Deky, memimpin langsung jalannya seleksi tahap pertama ini. Ia menegaskan bahwa seleksi bukan bertujuan menyulitkan, tetapi menjadi cara untuk menjaga kualitas dan martabat dojo. Menurutnya, Karateka tidak boleh mengikuti ujian hanya karena ingin naik sabuk, tetapi harus benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai dengan tingkatannya.

 “Syarat utama mengikuti ujian itu ada tiga. Pertama, Karateka harus aktif dan rajin latihan. Kedua, wajib hafal KATA dan gerakannya harus bagus, bukan hanya sekadar hafal. Ketiga, menguasai Kihon dengan benar. Tiga syarat ini adalah penentu penting sebelum mereka membayar biaya ujian,” jelas Sensei Deky di depan para peserta.

Sensei Deky menegaskan bahwa seleksi seperti ini sudah menjadi budaya di Dojo Naga. Ia tidak ingin ada Karateka yang naik tingkat tanpa melalui proses yang benar, karena hal itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga citra dojo.


Syarat Pertama: Karateka Harus Aktif dan Rajin Latihan

Menurut Sensei Deky, keaktifan dalam latihan adalah syarat paling mendasar. Karate bukan hanya soal menghafal gerakan, tetapi tentang pembiasaan tubuh, disiplin, dan kedewasaan sikap. Karateka yang malas latihan biasanya akan terlihat dari cara bergerak, keseimbangan tubuh, serta ritme latihan yang tidak maksimal.

 “Kalau jarang datang latihan, bagaimana mau ujian? Saya bisa lihat jelas perbedaannya antara yang rajin dan tidak. Yang rajin itu gerakannya hidup, fokusnya bagus. Yang jarang latihan pasti goyang, ragu-ragu, dan tidak kuat stamina,” ujarnya.

Melalui seleksi Tahap 1 ini, keaktifan latihan selama satu periode terakhir menjadi salah satu poin penilaian utama.

Syarat Kedua: KATA Harus Bagus, Bukan Sekadar Hafal

Bagian paling berat dalam seleksi adalah penilaian KATA. Banyak Karateka yang hafal pola KATA, tetapi tidak semua mampu menampilkannya dengan kualitas teknik yang benar. Sensei Deky menjelaskan secara detail standar penilaian KATA di Dojo Naga, yang mencakup:

Kuda-kuda benar, rendah, panjang, dan tidak goyang

Teriakan keras dan bertenaga (Kiai)

Gerakan patah-patah, tegas, dan tidak lembut

Kime serta power pinggul yang kuat

Ritme dan tempo KATA sesuai standar, tidak terburu-buru

Kontrol nafas yang baik

Fokus dan konsentrasi penuh

Dalam sesi seleksi ini, para Karateka dipanggil satu per satu untuk menampilkan KATA sesuai tingkatan sabuk mereka. Beberapa terlihat percaya diri dan matang, sementara sebagian lainnya masih tampak gugup atau belum memahami ritme gerakan dengan baik.

 “Saya sudah bilang berkali-kali, bukan hanya hafal, tapi harus bagus. Saya mau anak-anak Dojo Naga bisa menunjukkan teknik yang benar, bukan asal bergerak,” kata Sensei Deky dengan tegas.

Syarat Ketiga: Kihon Harus Dikuasai Secara Benar

Selain KATA, penilaian Kihon juga menjadi fokus dalam Seleksi Tahap 1. Kihon adalah dasar dari semua teknik karate, mulai dari pukulan, tangkisan, hingga tendangan. Gerakan yang tampak sederhana ini justru menjadi indikator penting apakah seorang Karateka memahami esensi teknik.

Para peserta diminta melakukan serangkaian Kihon seperti choku-zuki, age-uke, gedan-barai, mae-geri, yoko-geri, hingga kombinasi gerakan. Sensei Deky mengawasi dengan teliti setiap detail gerakan mereka, mulai dari posisi kaki, sudut tangan, arah pandangan, hingga kime.

 “Kalau gerakan dasar tidak benar, naik tingkat pun percuma. Fondasinya harus kuat. Itu sebabnya Kihon sangat saya perhatikan,” tegasnya.

Seleksi Bukan Untuk Menghalangi, Tapi Membentuk Kualitas


Meski seleksi berlangsung ketat, Sensei Deky menjelaskan bahwa tujuan utama dari proses ini bukan untuk membuat Karateka gagal atau merasa terbebani. Sebaliknya, seleksi adalah bentuk perhatian dan tanggung jawab seorang pembina terhadap murid-muridnya.

“Semua saya anggap anak saya sendiri. Jadi kalau salah, pasti saya tegur dengan tegas. Bukan karena marah, tapi karena saya sayang mereka. Saya tidak mau mereka jelek, saya mau mereka bagus,” ujarnya.

Para orang tua yang hadir mendampingi pun terlihat memahami hal tersebut. Mereka menyaksikan bagaimana Sensei Deky membimbing murid-muridnya dengan disiplin tetapi penuh kepedulian.

Seleksi Tahap 1 Menjadi Tolak Ukur Menuju UKT

Hasil dari Seleksi Tahap 1 ini akan menentukan siapa saja yang layak melanjutkan ke tahapan berikutnya. Bagi Karateka yang belum memenuhi standar, mereka akan diberikan waktu untuk memperbaiki diri sebelum evaluasi lanjutan.

Dojo Naga memiliki target agar seluruh peserta UKT nantinya mampu tampil maksimal pada ujian resmi, baik dari teknik maupun mental. Dengan waktu sekitar dua pekan lagi menuju tanggal ujian, para Karateka diharapkan dapat semakin intensif berlatih, memperbaiki gerakan, menambah stamina, dan meningkatkan fokus.

Atmosfer menjelang UKT pun semakin terasa. Para Karateka tampak termotivasi karena seleksi hari ini memberi gambaran jelas tentang kemampuan mereka saat ini dan apa yang harus diperbaiki.

Menuju 14 Desember 2025: Ujian yang Dinantikan

UKT yang akan digelar pada 14 Desember 2025 menjadi momen penting bagi seluruh Karateka Dojo Naga. Mereka berjuang bukan hanya untuk naik sabuk, tetapi juga untuk menunjukkan perkembangan dan dedikasi mereka selama berlatih.

Seleksi Tahap 1 hari ini menjadi bukti bahwa Dojo Naga selalu berkomitmen menjaga kualitas dan kehormatan karate. Dengan standar yang ketat tetapi terarah, dojo ini terus melahirkan Karateka yang bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga disiplin, sopan, dan berkarakter.

Dengan semangat dan kerja keras, para Karateka Dojo Naga kini siap melangkah ke tahap berikutnya menuju UKT Desember 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar