KODE ETIK KARATE GOKASI
JANJI KARATE GOKASI
Kami Berjanji:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menuruti segala peraturan dan tata tertib Dojo.
3. Menilai tinggi tingkah laku, saling menghormati, dan disiplin.
4. Berani membela kebenaran dan keadilan.
5. Berlatih karate dengan sungguh-sungguh untuk menyempurnakan akhlak manusia.
6. Tekun berusaha untuk kemajuan
-
SUMPAH KARATE
1. Sanggup memelihara kepribadian.
2. Sanggup patuh pada kejujuran.
3. Sanggup mempertinggi prestasi.
4. Sanggup menjaga sopan santun.
5. Sanggup menguasai diri.
PENJABARAN BUTIR-BUTIR
JANJI KARATE GOKASI
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Setiap karateka wajib memiliki keimanan dan ketakwaan sesuai agama yang dianut masing-masing.
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti:
a. Menjauhi segala larangan agama, seperti melakukan kejahatan dan perbuatan tercela lainnya.
b. Melaksanakan perintah agama dengan sungguh-sungguh, seperti beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan masing-masing.
Rangkuman:
Perbanyak berbuat kebaikan dan tinggalkan semua keburukan sesuai tuntunan agama masing-masing.
2. Menuruti Segala Peraturan dan Tata
Tertib Dojo
Sebagai karateka yang baik, wajib setia, patuh, dan taat terhadap seluruh aturan dan tata tertib Dojo (tempat latihan).
Contoh penerapan:
a. Setiap arahan pelatih wajib diikuti demi menjadi karateka yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara.
b. Sebagai anggota karate, wajib tunduk dan patuh pada seluruh peraturan yang telah ditetapkan.
c. Mematuhi tata tertib, seperti hadir di Dojo minimal 15 menit sebelum latihan dimulai.
Rangkuman:
Karateka sejati wajib patuh, taat, dan tunduk terhadap aturan serta tata tertib yang telah ditetapkan.
3. Menilai Tinggi Tingkah Laku,
Menghormati, dan Disiplin
a. Setiap karateka wajib menjunjung tinggi tingkah laku yang baik serta meninggalkan tingkah laku yang buruk.
b. Setiap karateka wajib saling menghormati, tidak hanya kepada sesama karateka, tetapi juga kepada semua orang, terutama yang lebih tua.
c. Karateka yang baik memiliki dedikasi dan disiplin yang tinggi.
d. Bentuk disiplin antara lain:
e. Disiplin waktu dan disiplin dalam latihan.
f. Jika jam latihan ditetapkan pukul 15.00 WIB, maka karateka wajib hadir 15 menit sebelumnya.
g. Kebiasaan mencari alasan untuk tidak latihan mencerminkan kurangnya disiplin dan dedikasi.
Rangkuman:
Hormati sesama, jaga sikap, dan biasakan disiplin dalam segala hal.
4. Berani Membela Kebenaran dan
Keadilan
Berani membela kebenaran dan keadilan tidak berarti harus berkelahi.
Makna sesungguhnya adalah:
a. Menjunjung tinggi kejujuran dalam sikap dan perbuatan.
b. Mengatakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah.
c. Tidak berbohong dalam keadaan apa pun.
d. Menjadi penengah saat terjadi perselisihan, bukan menjadi provokator.
e. Bersikap adil dan tidak memihak dalam menyelesaikan masalah.
Rangkuman:
Karateka harus jujur, adil, dan menjadi teladan dalam membela kebenaran.
5. Berlatih Karate dengan
Sungguh-sungguh untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia
Latihan karate bukan hanya untuk kekuatan fisik, tetapi juga untuk pembentukan mental dan akhlak.
Karateka wajib:
a. Berlatih dengan tekun dan penuh semangat.
b. Menggunakan ilmu karate untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan atau kejahatan.
c. Menjadikan karate sebagai sarana pembentukan karakter yang luhur.
Rangkuman:
Latihan karate bertujuan membentuk manusia yang kuat, berakhlak, dan bertanggung jawab.
6. Tekun Berusaha untuk Kemajuan
Setiap karateka wajib memiliki semangat untuk terus maju.
Bentuk ketekunan antara lain:
a. Rajin berlatih dan tidak mudah menyerah.
b. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri.
c. Berkontribusi positif bagi Dojo, organisasi, dan lingkungan sekitar.
Rangkuman:
Ketekunan dan kerja keras adalah kunci kemajuan dan keberhasilan.
PENJABARAN
SUMPAH KARATE
1. Sanggup Memelihara Kepribadian
Karateka wajib menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, Dojo, dan organisasi dengan sikap dan perilaku yang terpuji.
2. Sanggup Patuh pada Kejujuran
Kejujuran adalah dasar kepribadian karateka. Setiap tindakan harus dilandasi kejujuran dan tanggung jawab.
3. Sanggup Mempertinggi Prestasi
Karateka wajib berusaha meningkatkan prestasi baik di bidang karate maupun dalam kehidupan sehari-hari.
4. Sanggup Menjaga Sopan Santun
Sopan santun mencerminkan budi pekerti luhur seorang karateka dalam bersikap, berbicara, dan bertindak.
5. Sanggup Menguasai Diri
Karateka harus mampu mengendalikan emosi, tidak mudah terpancing amarah, dan menggunakan kemampuan karate dengan penuh tanggung jawab.
Penutup:
Kode Etik, Janji Karate GOKASI, dan Sumpah Karate ini menjadi pedoman moral
dan sikap bagi setiap karateka dalam latihan maupun kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar