Pembukaan Perdana Dojo Karate Gokasi Naga Putih: Langkah Awal Membangun Generasi Disiplin Mandiri dan Prestasi di Desa Kace


 



Desa Kace kembali mencatat momen penting dalam perkembangan olahraga bela diri, khususnya karate. Pada hari yang bersejarah ini, Dojo Karate Gokasi Naga resmi membuka jaringan dojo terbaru yang diberi nama Dojo Naga Putih. Pembukaan perdana ini berlangsung sederhana namun penuh makna, dipimpin oleh pelatih sekaligus penggerak utamanya, Senpai Dhavi.

Dalam kesempatan tersebut, Senpai Dhavi menyampaikan rasa syukurnya karena pembentukan dojo baru ini tidak lepas dari dukungan dan izin langsung dari Ketua Dojo Naga, yakni Sensei Deky Marcose. Keberadaan Dojo Naga Putih semakin memperkuat jaringan keluarga besar Dojo Naga yang terus berkembang dari waktu ke waktu, menjadi wadah pembinaan mental, fisik, serta karakter generasi muda di Kabupaten Bangka.

Alhamdulillah, setelah seizin Ketua Dojo Naga Sensei Deky Marcose, hari ini Dojo Naga sudah mempunyai jaringan dojo baru lagi, yaitu Dojo Naga Putih. Dojo ini tetap berada dalam naungan kelompok besar Dojo Naga. Semoga menjadi langkah awal yang baik untuk pengembangan karate di wilayah ini,” ujar Senpai Dhavi penuh harap.

Pembukaan perdana ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya aktivitas latihan, tetapi juga menjadi semangat baru bagi masyarakat Desa Kace. Menurut keterangan sang pelatih, pada masa awal ini Dojo Naga Putih sudah mulai merekrut tiga orang siswa pertama yang merupakan warga sekitar lokasi dojo. Mereka adalah anak-anak yang tinggal tidak jauh dari area latihan, tepatnya di Gang Kedondong, Desa Kace.

Meski jumlah awal belum besar, Senpai Dhavi menilai hal itu merupakan permulaan yang menjanjikan. Ia yakin, dengan komitmen dan pendekatan yang tepat, jumlah siswa akan terus meningkat seiring waktu. “Awal yang baik ini semoga menjadi langkah yang membuka jalan agar semakin banyak anak-anak yang mendaftar. Karate bukan hanya soal bela diri, tetapi juga tentang membentuk disiplin, karakter, dan mental yang kuat. Saya mengajak ayah bunda di Desa Kace untuk turut mendukung kegiatan positif ini,” harap Putra dari Pasangan Misiah dan Dut, cucu dari alm.Mang Dol ini.

Latihan Perdana Digelar Setiap Rabu Sore

Dojo Naga Putih menetapkan jadwal latihan rutin setiap Rabu sore pukul 15.30 sampai 17.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar tidak mengganggu aktivitas sekolah para siswa dan tetap memberikan ruang bagi anak-anak untuk pulang, beristirahat, lalu mengikuti latihan dengan kondisi yang prima.

Senpai Dhavi menjelaskan bahwa program latihan yang akan diterapkan tetap mengikuti kurikulum Dojo Naga, yaitu meliputi pemanasan dasar, pengenalan teknik, latihan fisik, dan pembentukan mental siswa. Di awal, latihan difokuskan pada penguatan fisik dasar, peningkatan kelincahan, serta pembiasaan disiplin—suatu hal yang menjadi fondasi penting dalam dunia karate.

“Karate bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga tentang kesabaran, kontrol diri, dan sikap hormat. Inilah nilai-nilai yang ingin kami tanamkan pada setiap siswa, mulai dari tingkat pemula sekalipun,” jelas Senpai Dhavi.

Dojo Baru, Semangat Baru

Keberadaan Dojo Naga Putih menjadi tanda bahwa minat masyarakat Bangka terhadap seni bela diri semakin besar. Tidak hanya sebagai olahraga, karate juga dipandang sebagai sarana membangun kepercayaan diri pada anak-anak, membina keberanian yang terarah, dan menghindarkan mereka dari kegiatan negatif.

Dojo ini dibangun di lingkungan masyarakat yang cukup padat, namun suasananya kondusif untuk kegiatan olahraga dan pendidikan karakter. Dengan lokasi yang strategis di Gang Kedondong Desa Kace, dojo ini sangat mudah dijangkau oleh warga sekitar tanpa harus bepergian jauh ke pusat latihan lainnya.

Pembentukan Dojo Naga Putih juga menjadi bukti komitmen Dojo Naga dalam memperluas jaringan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal karate. Seiring berkembangnya waktu, dojo-dojo di bawah naungan kelompok ini telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan seperti ujian kenaikan tingkat, kejuaraan daerah, hingga pembinaan mental untuk anak-anak dan remaja.

Respons Positif Masyarakat

Meski baru dibuka, respon dari masyarakat sekitar terlihat cukup baik. Beberapa orang tua menyebutkan bahwa kehadiran dojo ini menjadi peluang bagi anak-anak untuk memiliki aktivitas bermanfaat di waktu luang, terutama setelah pulang sekolah.

Sejumlah warga juga menilai bahwa keberadaan pelatih muda seperti Senpai Dhavi memberi warna tersendiri. Selain energik dan dekat dengan anak-anak, gaya pembinaan yang diterapkan dianggap efektif karena menggabungkan ketegasan dengan suasana latihan yang menyenangkan.

“Anak-anak sekarang butuh kegiatan yang membangun karakter. Dengan adanya Dojo Naga Putih, mereka bisa belajar disiplin dan fokus. Kami sangat mendukung,” ujar salah satu warga yang ikut menyaksikan pembukaan.

Ajak Masyarakat Desa Kace Ikut Berpartisipasi

Pada akhir acara pembukaan, Senpai Dhavi kembali mengajak seluruh masyarakat Desa Kace, khususnya para orang tua, untuk membimbing anak-anak mereka mengikuti latihan karate di Dojo Naga Putih. Ia menekankan bahwa karate memberikan manfaat besar tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional.

Ayo ayah bunda, khususnya warga Desa Kace Bangka. Ajak putra-putri Anda latihan bersama kami. Mari kita bangun generasi yang disiplin, sehat, dan berkarakter melalui karate. Dojo Naga Putih siap menyambut dengan sepenuh hati,” tutup Senpai Dhavi.

Dengan semangat baru, keberadaan Dojo Naga Putih diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan karate yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Langkah awal yang kecil ini menjadi harapan besar untuk masa depan olahraga karate di Desa Kace dan sekitarnya. Dojo baru, semangat baru, dan generasi yang lebih baik—itulah harapan besar yang disematkan pada pembukaan perdana dojo ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar