Sensei Deky Tegaskan: Waspada Bahaya Media Sosial, Lindungi Anak dari Pergaulan Bebas di Dunia Maya
Pangkalpinang, Dojo Naga,
November 2025 — Sebuah peristiwa memilukan di Kota Pangkalpinang baru-baru ini mengguncang hati banyak orang tua. Seorang pria berinisial HK (21), warga asal Belitung Timur, diamankan Tim Buser Naga Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkalpinang setelah diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun, sebut saja Rayep, yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Kasus ini bermula dari perkenalan di media sosial TikTok, yang semula tampak seperti pertemanan biasa. Namun siapa sangka, hubungan yang terjalin di dunia maya itu justru berujung pada tindakan yang mencederai masa depan dan psikologis seorang anak di bawah umur.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 November 2025. Saat itu, korban berpamitan kepada ayahnya untuk bermain ke rumah sang paman. Karena merasa percaya, orang tua mengizinkan.
Namun, beberapa jam kemudian ketika dicari, korban tidak ditemukan di rumah paman maupun di sekitar lingkungan. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya diketahui bahwa korban berada di kontrakan pelaku, warga asal Belitung Timur.
Ketika dibawa pulang dan didesak dengan lembut oleh orang tua serta keluarga, korban akhirnya mengaku telah dibujuk dan dipaksa oleh pelaku untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan anak seusianya.
Bagaikan petir menyambar di siang bolong, keluarga korban kaget dan terpukul mendengar pengakuan tersebut. Mereka segera melapor ke pihak kepolisian. Berkat laporan cepat dan bukti yang cukup, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan dan kini mendekam di tahanan Polresta Pangkalpinang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pesan Moral: Waspada Bahaya Dunia Maya
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua orang tua untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di dunia digital yang kian terbuka. Media sosial seperti TikTok, Instagram, dan lainnya memang menawarkan hiburan dan interaksi sosial, namun juga menjadi lahan subur bagi pelaku kejahatan untuk mencari korban dengan cara halus dan manipulatif.
Banyak predator menggunakan pendekatan emosional — berpura-pura menjadi teman, pendengar yang baik, bahkan sosok yang perhatian — hingga akhirnya korban merasa nyaman dan percaya. Proses ini dikenal dengan istilah grooming online, di mana pelaku secara bertahap membangun kepercayaan sebelum akhirnya melancarkan niat jahatnya.
Oleh karena itu, peran orang tua tidak bisa digantikan. Mereka harus hadir, terlibat, dan memahami apa yang dilakukan anak-anak di dunia maya. Jangan biarkan anak-anak berjuang sendiri dalam dunia digital yang penuh jebakan.
Himbauan dari Sensei Deky: Disiplin Karate untuk Menjaga Diri dan Kehormatan
Ketua Dojo Naga, Sensei Deky, turut menanggapi kasus ini dengan penuh keprihatinan. Dalam arahannya kepada para siswa dan orang tua, beliau menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan moral sejak dini, terutama bagi anak-anak perempuan yang kini jumlahnya semakin banyak di dojo.
“Latihan karate bukan hanya melatih fisik. Lebih dari itu, kita melatih mental, keberanian, dan harga diri. Anak-anak harus tahu bagaimana cara menjaga diri, menolak ajakan yang tidak baik, dan berani berkata tidak,” ujar Sensei Deky dalam wawancaranya.
Sensei Deky juga mengingatkan bahwa nilai utama dalam karate adalah pengendalian diri dan kehormatan.
“Karateka sejati tidak menggunakan kekuatannya untuk menyakiti, tapi untuk melindungi. Dan sebagai orang tua, kita wajib melindungi anak-anak kita dari segala bentuk ancaman, termasuk dari media sosial,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa dojo akan terus memberikan pembinaan moral dan edukasi digital kepada para siswa dan orang tua agar semua pihak memahami pentingnya keamanan dalam pergaulan anak-anak.
Langkah Nyata bagi Orang Tua: Lindungi Anak dari Bahaya Digital
Berdasarkan berbagai kasus serupa di Indonesia, banyak kejadian bermula dari pertemanan online yang tampak sepele. Oleh karena itu, berikut beberapa langkah penting yang disarankan oleh Sensei Deky dan jajaran dojo agar anak-anak, terutama putri, tetap aman dan terlindungi:
-
Bangun komunikasi yang terbuka dan hangat.
Anak yang dekat dengan orang tuanya akan lebih mudah bercerita jika merasa tidak nyaman atau mendapat ajakan mencurigakan. -
Awasi tanpa mengintimidasi.
Gunakan pendekatan bijak saat mengawasi aktivitas digital anak. Orang tua bisa menanyakan dengan lembut, “Lagi nonton apa di TikTok?” atau “Siapa teman barumu di media sosial?” -
Gunakan pengaturan privasi dan batas usia.
Banyak platform media sosial memiliki fitur parental control yang bisa digunakan untuk membatasi konten dan interaksi anak. -
Ajarkan nilai kehormatan diri.
Anak harus memahami bahwa tubuh dan harga diri mereka berharga, dan tidak boleh disentuh, difoto, atau dieksploitasi oleh siapa pun. -
Kenalkan anak pada lingkungan positif.
Dojo, kegiatan olahraga, seni, atau kegiatan sosial bisa menjadi ruang sehat untuk berinteraksi dan mengembangkan diri. -
Berikan contoh.
Orang tua yang bijak dalam menggunakan media sosial akan menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
Peran Komunitas Karate Gokasi Dojo Naga
Sebagai dojo yang menaungi banyak anak, khususnya perempuan, Dojo Naga berkomitmen tidak hanya melatih teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai moral dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan latihan rutin selalu diawali dengan pengarahan mengenai disiplin, sopan santun, dan penghormatan, termasuk pembahasan ringan tentang keamanan pribadi dan etika bergaul.
Dalam waktu dekat, dojo berencana mengadakan seminar khusus bagi orang tua dan siswa bertema “Bijak Bermedia Sosial dan Melindungi Anak di Dunia Digital”, bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian komunitas karate terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda Pangkalpinang.
Pesan dari Kepolisian: Laporkan Tanpa Takut
Kasat Reskrim AKP Singgih Aditya Utama menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu melapor jika menemukan indikasi kejahatan terhadap anak di bawah umur.
“Kami siap menindak tegas setiap pelaku. Perlindungan anak adalah prioritas kami. Jangan menunggu — segera laporkan jika ada tanda-tanda mencurigakan,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi peran masyarakat yang cepat tanggap dalam kasus ini. Tindakan cepat keluarga korban dan koordinasi dengan pihak kepolisian membuat pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat.
Penutup: Anak Adalah Amanah dan Masa Depan
Kasus ini menjadi cermin bagi semua pihak bahwa kejahatan tidak selalu datang dari tempat yang jauh — kadang bermula dari genggaman tangan di layar ponsel.
Sensei Deky kembali mengingatkan seluruh orang tua:
“Kita boleh membiarkan anak-anak kita mengenal dunia, tapi jangan biarkan dunia mengambil masa depan mereka. Latih mereka menjadi kuat, berani, dan bijak, bukan hanya di dojo, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.”
Karate mengajarkan keberanian tanpa kekerasan dan kekuatan dengan tanggung jawab.
Mari, sebagai keluarga besar Gokasi Dojo Naga Rata-Rata dan masyarakat Pangkalpinang, kita bersama-sama menjaga anak-anak kita — agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia. (DOJO NAGA)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar