Pangkalpinang, 13 November 2025 — Semangat juang dan dedikasi tinggi kembali diperlihatkan oleh para karateka muda dari Dojo Naga Karate Club Pangkalpinang. Sebanyak tujuh karateka terbaik akan mewakili dojo mereka dalam ujian kenaikan tingkat sabuk hitam (Dan I) tingkat nasional, yang akan digelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gokasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu dan Minggu, 22–23 November 2025, di Gedung Dojo Koala, Air Itam, Pangkalpinang.
Acara ini akan menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Dojo Naga yang selama ini terus berkomitmen membina generasi muda melalui olahraga karate.
Perjalanan Panjang dari Sabuk Putih hingga Coklat Kyu 1
Ketujuh karateka yang kini bersiap menapaki jenjang sabuk hitam merupakan murid-murid terpilih yang telah lama berlatih dengan tekun, disiplin, dan penuh semangat di bawah bimbingan Sensei Deky, selaku pelatih utama dan ketua Dojo Naga Karate Club.
"Saat memegang Sabuk Coklat Kyu 1, mereka mulai dibina, diarahkan dan dimotivasi serta di ajarkan bagaimana cara memimpin dan menjadi pelatih yang baik dan profesional, sehingga nantinya bisa mengikuti Ujian Sabuk Hitam" Ungkap Sensei Deky
"Sabuk Coklat Kyu 1 saya anggap sudah bebas untuk di latih Ilmu Dasar, namun tidak serta Merta hanya datang ke Dojo tanpa berbuat apa-apa, mereka wajib hadir dan membantu melatih para junior sabuk Putih hingga coklat Kyu 3, dari sinilah mereka dinilai sekaligus diajarkan untuk menjadi pemimpin, sehingga mereka Ujian Sabuk Hitam nanti punya bekal ilmu, bukan Sabuk Hitam DAN I abal - abal", tambah Sensei Deky.
Adapun nama-nama karateka yang akan mengikuti ujian sabuk hitam tingkat Dan I nasional adalah:
- Muhammad Dhavi Mardiansah
- Aska Al Aziz
- Berdi Syafutra Aidil
- Dita Salsabila
- Khalila Reina Amanda
- Siti Washlichatul
- Qisya Andriani
Ketujuh karateka ini saat ini memegang sabuk Coklat Kyu 1, yaitu tingkat tertinggi sebelum memasuki tahap ujian sabuk hitam. Perjalanan mereka bukan hal yang mudah. Selama bertahun-tahun, mereka telah menjalani berbagai ujian kyu dengan penuh semangat dan komitmen, menghadapi tantangan fisik, teknis, dan mental di setiap tahapannya.
Sensei Deky: “Ini Adalah Momen Pengabdian dan Pembuktian Diri”
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis malam, 13 November 2025, di Air Itam, Pangkalpinang, Sensei Deky menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para muridnya. Ia menegaskan bahwa ujian sabuk hitam bukan hanya ujian fisik atau kemampuan bertarung, tetapi juga ujian kedewasaan, kepribadian, dan ketulusan hati dalam menapaki jalan karate (Budo).
“Ujian sabuk hitam adalah momen pengabdian dan pembuktian diri. Bukan hanya tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling sabar, paling berdisiplin, dan paling rendah hati. Ketujuh karateka ini sudah berjuang keras, dan saya percaya mereka siap lahir batin untuk menghadapi tantangan ini,” ujar Sensei Deky dengan nada tegas namun penuh kebanggaan.
Ia juga menambahkan bahwa sabuk hitam bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar — menjadi contoh dan teladan bagi adik-adik junior di dojo.
“Ketika mereka sudah memegang sabuk hitam nanti, artinya mereka bukan hanya karateka, tapi juga pemimpin. Mereka harus menjaga sikap, menjadi panutan, dan terus berlatih agar semangat karate-do tetap hidup,” tambahnya.
Penyerahan Administrasi Ujian oleh Senpai Arpan
Sementara itu, Senpai Arpan, salah satu pelatih pendamping Dojo Naga, mengungkapkan bahwa segala urusan administrasi telah diselesaikan dengan baik. Ia secara langsung menyerahkan uang pendaftaran ujian sabuk hitam kepada Sekretaris DPD Gokasi Babel pada Kamis malam, 13 November 2025, di Air Itam, Pangkalpinang.
“Semua proses administrasi sudah kami serahkan kepada pihak provinsi. Kami bersyukur karena komunikasi dengan pengurus DPD Gokasi Babel berjalan lancar. Ini bentuk tanggung jawab dan kesiapan kami untuk mengikuti ujian nasional dengan penuh semangat dan tertib,” ujar Senpai Arpan.
Ia juga menambahkan bahwa keberangkatan tujuh karateka ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar Dojo Naga. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pembinaan dan latihan yang dilakukan selama ini telah menghasilkan karateka-karateka muda yang berkualitas dan berkarakter.
Latihan Intensif Menjelang Ujian
Menjelang pelaksanaan ujian nasional, Dojo Naga semakin padat dengan jadwal latihan. Para peserta berlatih hampir setiap hari dengan disiplin tinggi, mengulang-ulang kihon (gerakan dasar), kata (jurus), dan kumite (pertarungan) di bawah pengawasan ketat Sensei Deky dan tim pelatih.
Fokus latihan tidak hanya pada kekuatan fisik, tetapi juga pada pengendalian emosi, keseimbangan, serta ketenangan dalam menghadapi tekanan. Hal ini penting, karena dalam ujian sabuk hitam, para peserta akan diuji bukan hanya pada teknik, tapi juga sikap (reigi), ketahanan mental, dan semangat juang.
Menurut Senpai Arpan, dalam latihan terakhir menjelang ujian, para peserta juga diwajibkan melakukan simulasi ujian penuh — mulai dari upacara pembukaan, teknik dasar, hingga sparing (kumite) agar mereka siap secara mental menghadapi situasi sebenarnya.
Dukungan dan Harapan untuk Karateka Muda
Keluarga besar Dojo Naga, termasuk para orang tua dan anggota junior, turut memberikan dukungan penuh kepada tujuh karateka yang akan berangkat ke ujian nasional. Suasana dojo terasa lebih hangat, karena semua anggota merasa bangga sekaligus bersemangat melihat kakak-kakak senior mereka siap menghadapi tantangan besar.
“Semoga mereka semua lulus dengan hasil terbaik dan bisa membawa nama baik Dojo Naga serta Kota Pangkalpinang,” ujar salah satu orang tua murid saat menyaksikan latihan sore terakhir.
Ujian Nasional Gokasi: Ajang Prestasi dan Penguatan Karakter
Ujian sabuk hitam tingkat nasional yang digelar DPD Gokasi Babel setiap tahun merupakan ajang penting dalam pembinaan karate di Indonesia. Selain untuk menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat persaudaraan antar-dojo dan memperkuat karakter karateka agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Dojo Kun seperti:
- Menghormati guru dan sesama,
- Menjaga semangat pantang menyerah,
- Bertindak jujur dan rendah hati,
- Mengembangkan disiplin dan tanggung jawab.
Penutup: Langkah Menuju Puncak, Bukan Akhir
Bagi ketujuh karateka Dojo Naga, ujian sabuk hitam bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan karate-do. Setelah bertahun-tahun berlatih, jatuh bangun, dan melewati berbagai rintangan, mereka kini berdiri di ambang pintu menuju jenjang kehormatan tertinggi bagi seorang karateka muda.
Dojo Naga Karate Club berharap para peserta tidak hanya lulus ujian secara teknis, tetapi juga mampu menjadi karateka sejati — yang kuat dalam fisik, jernih dalam pikiran, dan tulus dalam hati.
“Hitam bukan warna akhir, tapi warna penyatuan semua perjuangan,” tutup Sensei Deky dengan senyum penuh keyakinan.
“Kami siap mengantar mereka menuju sabuk hitam — simbol tanggung jawab dan kehormatan seorang karateka sejati.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar