Minggu, 09 November 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para asisten pelatih di lingkungan Dojo Naga Karate Club, kegiatan Long March dan Bimbingan Teknis (Bimtek) digelar pada akhir pekan ini. Acara yang diikuti oleh puluhan karateka dari berbagai tingkatan sabuk ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Dojo Naga untuk memperkuat fisik, mental, dan solidaritas antaranggota. Ketua Dojo Naga, Sensei Deky Marcose, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan ganda: selain untuk penyegaran fisik, juga menjadi ajang pembinaan karakter dan peningkatan kualitas teknis bagi para asisten pelatih.
“Long March ini kita gelar bertujuan untuk penyegaran dan menguatkan fisik agar tetap sehat, sekaligus sebagai ajang rekreasi agar anak-anak tidak jenuh dengan rutinitas latihan di dojo,” ungkap Sensei Deky saat ditemui di sela kegiatan.
“Sedangkan untuk Bimtek, khusus kami tujukan kepada para asisten pelatih bersabuk coklat dan hitam (DAN 1) agar kemampuan teknis mereka meningkat dan lebih seragam dalam memberikan materi latihan kepada junior,” tambahnya.
Semangat Kebersamaan di Setiap Langkah
Long March yang menempuh jarak sekitar beberapa kilometer ini dimulai dari halaman dojo dan berakhir di kawasan perbukitan hijau di pinggiran kota. Sepanjang perjalanan, para karateka tampak antusias meski harus menghadapi medan menanjak dan cuaca yang cukup terik. Mereka berjalan dengan tertib sambil meneriakkan yel-yel khas Dojo Naga, menciptakan suasana penuh semangat.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh para asisten pelatih, tetapi juga oleh para siswa muda yang ingin turut serta merasakan pengalaman kebersamaan dan latihan di alam terbuka. Beberapa orang tua murid turut mendampingi, memberikan dukungan moril sekaligus membantu kelancaran logistik di sepanjang perjalanan.
Sensei Deky menegaskan bahwa kegiatan luar ruangan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa disiplin, kerja sama, dan daya tahan mental para karateka.
“Latihan karate bukan hanya soal teknik pukulan atau tendangan, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan Long March, kami ingin menanamkan nilai pantang menyerah, kekompakan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Bimtek: Samakan Persepsi dan Standar Pelatihan
Usai Long March, kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dipusatkan di aula terbuka dekat lokasi finis. Bimtek ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan metodologi pelatihan bagi para asisten pelatih bersabuk coklat dan hitam.
Dalam sesi tersebut, Sensei Deky bersama beberapa senior dojo memberikan arahan langsung mengenai teknik dasar, pola latihan efektif, serta standar disiplin yang harus diterapkan saat melatih junior. Materi Bimtek juga mencakup etika pelatih, komunikasi efektif, serta cara memberikan koreksi kepada siswa dengan pendekatan yang positif.
Menurut Sensei Deky, keberhasilan pembinaan karate di tingkat dojo sangat bergantung pada keseragaman dan kualitas pengajaran yang diberikan oleh para asisten pelatih.
“Kalau setiap asisten melatih dengan gaya berbeda-beda, maka murid akan bingung dan hasilnya tidak maksimal. Melalui Bimtek ini, kita samakan persepsi dan pola latihan agar semua asisten melatih dengan standar yang sama,” jelasnya.
Peran Asisten Pelatih yang Krusial
Dalam struktur organisasi dojo, asisten pelatih memegang peranan penting sebagai jembatan antara pelatih utama (sensei) dan para siswa. Mereka tidak hanya membantu dalam teknis latihan, tetapi juga menjadi panutan bagi junior dalam hal disiplin, semangat, dan sikap.
Senpai Arpan, salah satu asisten pelatih sekaligus penanggung jawab dokumentasi kegiatan, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini untuk menjaga kekompakan tim pelatih.
“Bimtek ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami para asisten yang masih terus belajar menjadi pelatih yang baik. Selain memperdalam teknik, kami juga belajar bagaimana cara mengajar yang benar agar junior cepat berkembang,” tutur Senpai Arpan.
“Kami juga mendokumentasikan kegiatan ini lewat foto dan video sebagai bahan evaluasi dan promosi kegiatan dojo ke depannya,” tambahnya.
Ia menilai bahwa Long March dan Bimtek merupakan kombinasi yang ideal antara latihan fisik, penyegaran mental, dan penguatan organisasi. Dengan kegiatan semacam ini, para karateka diharapkan tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi terhadap dojo.
Membangun Karakter Lewat Kegiatan Alam Terbuka
Selain latihan di dalam dojo, kegiatan luar ruangan seperti Long March memiliki nilai edukatif tersendiri. Para peserta belajar tentang pentingnya kerja sama, saling membantu, dan mengatur ritme langkah agar seluruh tim bisa sampai di tujuan bersama.
Beberapa karateka muda mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda dari latihan rutin.
“Biasanya kami latihan di dojo saja. Sekarang bisa latihan sambil jalan jauh, rasanya seru banget. Capek, tapi menyenangkan karena bisa bareng teman-teman,” ujar salah satu peserta muda sambil tersenyum.
Sensei Deky berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Ia menilai, selain menjaga kebugaran fisik, kegiatan seperti Long March dapat mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh anggota dojo.
“Dojo bukan hanya tempat latihan bela diri, tapi juga rumah kedua bagi kami semua. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan ini harus terus dijaga,” tegasnya.
Dukungan dan Harapan ke Depan
Kegiatan Long March dan Bimtek Dojo Naga mendapat apresiasi dari para orang tua murid dan pengurus cabang Gokasi setempat. Mereka menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat karate-do yang menekankan keseimbangan antara fisik, mental, dan moral.
Beberapa pengurus dojo bahkan berencana untuk mengembangkan program serupa di tingkat cabang, agar seluruh dojo di bawah naungan Gokasi memiliki standar pelatihan yang selaras.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan asisten pelatih, kegiatan ini juga memperkuat karakter para siswa,” ujar salah satu pengurus dojo.
Sensei Deky menambahkan bahwa pembinaan karate tidak boleh berhenti hanya pada aspek kompetisi. Lebih dari itu, karate harus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang berdisiplin, beretika, dan memiliki rasa tanggung jawab.
“Kami ingin melahirkan karateka yang bukan hanya kuat di atas tatami, tetapi juga berjiwa besar, rendah hati, dan berkontribusi positif di lingkungan masyarakat,” katanya.
Penutup: Karate Sebagai Jalan Hidup
Kegiatan Long March dan Bimtek yang digelar Dojo Naga Karate Club bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari filosofi karate-do sebagai jalan hidup. Di dalamnya terkandung nilai perjuangan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah yang menjadi fondasi utama bagi setiap karateka.
Melalui kegiatan ini, Dojo Naga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelatih dan siswa agar mampu bersaing di berbagai kejuaraan sekaligus menjadi pribadi yang unggul di kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya kegiatan pada sore hari, seluruh peserta tampak lelah namun puas. Mereka pulang membawa semangat baru dan pengalaman berharga yang tak terlupakan.
“Yang paling penting bukan seberapa jauh kita berjalan hari ini, tapi seberapa kuat semangat kita untuk terus melangkah bersama. Itulah makna sesungguhnya dari Long March ini,” tutup Sensei Deky dengan senyum penuh makna.
Doc. Dojo Naga Karate Club.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar