Dojo Naga Karate Club kembali menggelar kegiatan penting dalam rangka pembinaan dan pengembangan karateka, yaitu penyerahan sertifikat khusus sabuk coklat yang dilaksanakan secara resmi dan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam proses pembentukan calon pelatih muda Karate Gokasi yang nantinya akan melanjutkan perjuangan organisasi dalam membina generasi karateka berikutnya.
Acara penyerahan sertifikat berlangsung dengan suasana penuh semangat, disiplin, dan rasa bangga dari seluruh karateka yang hadir. Para pemegang sabuk coklat terlihat antusias menerima sertifikat resmi yang tahun ini diterbitkan langsung oleh DPP Gokasi Pusat sebagai bentuk legalitas dan pengakuan resmi terhadap proses pembinaan yang telah mereka jalani.
Kebijakan baru mengenai sertifikat khusus sabuk coklat tersebut menjadi perhatian tersendiri di lingkungan Karate Gokasi. Pada tahun ini, seluruh karateka yang berada pada tingkat sabuk coklat diwajibkan memiliki sertifikat resmi dari pusat sebelum nantinya melanjutkan ke jenjang sabuk hitam DAN I. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas pembinaan, menjaga standar organisasi, serta memastikan seluruh calon pelatih benar-benar terdata dan diakui secara resmi oleh organisasi pusat.
Sertifikat yang diserahkan memiliki desain khusus dan berbeda dari sertifikat sebelumnya. Salah satu ciri utama sertifikat tersebut adalah adanya logo timbul yang menandakan keaslian dokumen resmi dari DPP Gokasi. Selain itu, sertifikat juga ditandatangani oleh empat pejabat penting dalam organisasi Karate Gokasi, yakni Ketua DPP Gokasi Pusat, Ketua Dewan Guru DPP Gokasi, Ketua DPD Gokasi Bangka Belitung, dan Komtek Gokasi Bangka Belitung.
Empat tanda tangan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan menuju tingkat DAN I bukanlah proses biasa. Seluruh tahapan dilakukan secara serius, resmi, dan mendapat pengawasan langsung dari unsur pimpinan organisasi maupun dewan guru karate.
Ketua Dojo Naga Karate Club, Sensei Deky Marcose, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyerahan sertifikat ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan bagian penting dari pendidikan mental dan tanggung jawab seorang karateka menuju tingkat pelatih resmi.
Menurutnya, seorang pemegang sabuk coklat sudah harus mulai mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin dan pembina di lingkungan karate. Oleh sebab itu, proses menuju sabuk hitam DAN I harus benar-benar dipahami sebagai amanah besar, bukan hanya sekadar pencapaian pribadi.
“Sabuk hitam DAN I adalah awal tanggung jawab besar. Mereka bukan hanya atlet atau murid biasa lagi, tetapi sudah mulai dipersiapkan menjadi pelatih resmi Karate Gokasi,” ujar Sensei Deky Marcose.
Beliau juga menegaskan bahwa menjadi pemegang DAN I bukan perkara mudah. Seorang karateka harus menjalani latihan bertahun-tahun, menjaga disiplin, memahami teknik, memiliki etika, serta mampu menunjukkan loyalitas terhadap dojo dan organisasi.
Karena itulah, penyerahan sertifikat khusus sabuk coklat menjadi salah satu tahapan penting sebelum seseorang benar-benar dinyatakan layak menjadi sabuk hitam resmi di lingkungan Gokasi.
Sensei Deky Marcose juga mengingatkan bahwa setiap pemegang sabuk hitam nantinya memiliki tugas besar untuk mengembangkan Karate Gokasi di tengah masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian yang diharapkan adalah membuka dojo dan melatih generasi muda agar karate terus berkembang secara positif.
“Kita ingin setelah menjadi sabuk hitam DAN I, mereka benar-benar aktif melatih dan membuka dojo. Jangan hanya bangga memakai sabuk hitam, tetapi tidak punya murid dan tidak melakukan pembinaan,” tegasnya.
Menurutnya, seorang pelatih karate sejati adalah guru yang mampu melahirkan karateka-karateka baru melalui latihan dan pembinaan yang konsisten. Oleh sebab itu, keberadaan dojo dan murid menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelatih karate.
“Pelatih karate wajib punya anak murid. Kalau sudah resmi jadi pelatih tetapi tidak melatih siapa-siapa, tentu itu menjadi hal yang aneh. Karate harus terus berkembang dan diwariskan, maka dari itu jika sudah berani Ujian Sabuk Coklat berati wajib memiliki minimal 1 dojo untuk syarat Ujian Sabuk Hita m DAN I, jika tidak berani membuak dojo dan menjadi pelatih, berarti belum layak untuk ikut Ujian Sabuk Hitam DAN I” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, para karateka sabuk coklat tampak bangga menerima sertifikat resmi yang telah lama mereka nantikan. Beberapa di antara mereka mengaku semakin termotivasi untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi ujian DAN I di masa mendatang.
Selain penyerahan sertifikat, kegiatan juga diisi dengan pengarahan mengenai pentingnya menjaga nama baik dojo, disiplin latihan, serta loyalitas terhadap organisasi. Para karateka diingatkan bahwa ilmu karate bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, mental, dan sikap hidup.
Dojo Naga Karate Club sendiri selama ini dikenal aktif melakukan pembinaan karate di wilayah Bangka Belitung. Berbagai kegiatan seperti ujian kenaikan tingkat, latihan rutin, pembinaan atlet, hingga pendidikan karakter terus dilakukan secara berkesinambungan demi menciptakan karateka yang berkualitas.
Kegiatan penyerahan sertifikat ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Dojo Naga dilakukan secara serius dan memiliki arah yang jelas. Para karateka tidak hanya dibina menjadi atlet, tetapi juga dipersiapkan menjadi calon pelatih dan penerus organisasi di masa depan.
Dengan adanya sertifikat resmi dari DPP Gokasi Pusat, para pemegang sabuk coklat kini memiliki dokumen legal yang menunjukkan bahwa mereka telah menjalani proses pembinaan sesuai standar organisasi. Hal tersebut juga menjadi motivasi tambahan bagi para karateka muda lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Suasana haru dan bangga terlihat saat sesi penyerahan sertifikat berlangsung. Para pelatih dan pengurus dojo memberikan apresiasi kepada seluruh karateka yang telah menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi selama mengikuti latihan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara para penerima sertifikat, pelatih, dan jajaran pengurus dojo. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus awal perjalanan baru bagi para karateka sabuk coklat menuju jenjang yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, Dojo Naga Karate Club berharap dapat terus melahirkan karateka-karateka yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa pengabdian terhadap organisasi maupun masyarakat. Semangat untuk terus mengembangkan Karate Gokasi di berbagai daerah juga menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Dengan pembinaan yang terus berjalan secara serius dan terarah, Dojo Naga optimis akan lahir lebih banyak pelatih muda berkualitas yang mampu membuka dojo-dojo baru serta membawa nama baik Karate Gokasi di masa mendatang.


































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar