Penyerahan Sertifikat Resmi DPP Gokasi Khusus Sabuk Coklat Dojo Naga Karate Club Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Suasana penuh kebanggaan dan semangat terlihat dalam kegiatan penyerahan sertifikat resmi khusus sabuk coklat yang dilaksanakan oleh Dojo Naga Karate Club pada hari ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para karateka yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan dan pembinaan menuju jenjang sabuk hitam DAN I di lingkungan Karate Gokasi.
Pada tahun ini, terdapat kebijakan baru yang diterapkan secara resmi, yaitu seluruh pemegang sabuk coklat wajib memiliki sertifikat langsung dari DPP Gokasi Pusat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas, legalitas, serta standarisasi pembinaan karateka di bawah naungan Gokasi secara nasional.
Sertifikat yang diberikan bukanlah sertifikat biasa. Sertifikat tersebut dibuat secara khusus dengan logo timbul yang menandakan keaslian dan legalitas resmi dari pusat. Selain itu, sertifikat tersebut juga memiliki empat tanda tangan pejabat penting di lingkungan organisasi Gokasi, yakni Ketua DPP Gokasi Pusat, Ketua Dewan Guru DPP Gokasi, Ketua DPD Gokasi Bangka Belitung, serta Komtek Gokasi Bangka Belitung.
Keberadaan empat tanda tangan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan menuju sabuk hitam bukanlah sesuatu yang dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui tahapan resmi, pengawasan organisasi, serta penilaian yang benar-benar diperhatikan dari berbagai unsur kepengurusan dan teknis perguruan.
Bagi mereka yang sudah Lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada 14 Desember 2025 yang lalu, hari ini kita serahkan secara resmi Sertifikatnya
Acara penyerahan sertifikat berlangsung secara resmi dan seremonial. Para karateka tampak antusias menerima sertifikat yang menjadi simbol pengakuan atas perjuangan mereka selama menjalani latihan, ujian, disiplin, dan pembinaan mental di Dojo Naga Karate Club.
Ketua Dojo Naga, Sensei Deky Marcose, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa sertifikat DAN I bukan sekadar simbol kenaikan tingkat semata. Menurutnya, seorang pemegang sabuk hitam DAN I memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan organisasi dan membina generasi karateka berikutnya.
“Sabuk hitam DAN I itu bukan hanya prestise atau kebanggaan pribadi. Mereka adalah perwira muda pertama di dunia karate. Mereka adalah guru dan pelatih resmi yang nantinya wajib mengembangkan Karate Gokasi,” jelas Sensei Deky Marcose di hadapan para karateka dan tamu yang hadir.
Beliau juga menegaskan bahwa perjuangan untuk mendapatkan sertifikat DAN I tidaklah mudah. Para karateka harus melalui proses latihan yang panjang, disiplin yang ketat, ujian teknik, ujian mental, serta pembinaan karakter yang berkesinambungan. Oleh sebab itu, ketika seseorang telah resmi menyandang sabuk hitam DAN I, maka terdapat amanah besar yang harus dijalankan.
Menurutnya, salah satu tugas utama seorang pemegang DAN I adalah membuka dojo dan melatih murid. Hal tersebut dianggap penting demi keberlangsungan dan perkembangan Karate Gokasi di masa depan.
“Kita ingin para sabuk hitam nantinya benar-benar menjadi pelatih yang aktif. Jangan sampai ini hanya menjadi prioritas atau kebanggaan sesaat saja. Kita tidak mau demikian,” tegasnya.
Sensei Deky Marcose juga menyampaikan bahwa seorang pelatih karate wajib memiliki murid dan melakukan pembinaan secara nyata di tengah masyarakat. Ia bahkan menyebut akan terasa lucu apabila seorang pelatih resmi tidak memiliki dojo ataupun anak murid.
“Lucu kalau seorang pelatih resmi tidak punya dojo, tidak melatih, dan tidak punya anak murid. Karena pelatih adalah guru karate yang memang wajib membina dan melahirkan generasi penerus,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh karateka untuk memiliki jiwa pengabdian terhadap organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi juga dari lahirnya pelatih-pelatih muda yang aktif, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi dalam membina masyarakat melalui karate.
Dalam kegiatan tersebut, para penerima sertifikat tampak bangga menerima dokumen resmi yang nantinya akan menjadi salah satu syarat penting menuju jenjang sabuk hitam DAN I. Beberapa karateka bahkan mengaku termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menjadi pelatih di masa mendatang.
Penyerahan sertifikat ini juga menjadi bukti bahwa Gokasi terus berupaya menjaga kualitas pembinaan karate secara profesional. Dengan adanya sertifikat resmi dari DPP Gokasi Pusat, maka setiap karateka yang nantinya menyandang sabuk hitam memiliki legalitas yang jelas serta diakui secara organisasi.
Selain itu, sistem sertifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab para karateka terhadap ilmu yang telah mereka pelajari. Karate bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dojo Naga Karate Club sendiri selama ini dikenal aktif dalam pembinaan atlet maupun pengembangan karate di wilayah Bangka Belitung. Berbagai kegiatan latihan, ujian kenaikan tingkat, pembinaan prestasi, hingga kegiatan sosial terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memajukan olahraga karate.
Dengan adanya penyerahan sertifikat resmi khusus sabuk coklat ini, diharapkan para karateka semakin memahami bahwa perjalanan menuju sabuk hitam bukan sekadar perubahan warna sabuk, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai calon pelatih dan pembina generasi berikutnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama para penerima sertifikat, pelatih, dan jajaran pengurus. Suasana penuh kebersamaan dan semangat organisasi terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Dojo Naga Karate Club berharap lahir lebih banyak pelatih muda yang mampu membawa nama baik Karate Gokasi, membuka dojo-dojo baru, serta terus mengembangkan pembinaan karate secara positif di tengah masyarakat. Semangat disiplin, loyalitas, dan pengabdian yang ditanamkan sejak sabuk coklat diharapkan menjadi bekal penting menuju lahirnya karateka-karateka berkualitas di masa mendatang.


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar