Dalam dunia pertandingan Karate di bawah aturan World Karate Federation (WKF), salah satu bentuk keputusan resmi yang sangat penting untuk dipahami oleh atlet, pelatih, dan juga wasit adalah KIKEN. Istilah ini sering muncul dalam situasi ketika peserta tidak dapat tampil atau memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan. Meski terlihat sederhana, Kiken memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil pertandingan, klasemen, dan kelanjutan peserta dalam kejuaraan.
Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai apa itu Kiken, dalam kondisi apa keputusan ini diberikan, bagaimana pengaruhnya terhadap nilai pertandingan, serta prosedur resmi penyampaiannya oleh Wasit.
1. Pengertian KIKEN dalam Peraturan WKF
KIKEN adalah sebuah keputusan resmi yang diberikan ketika seorang peserta gagal hadir di tatami, tidak dapat melanjutkan pertandingan, mengabaikan pertarungan, atau ditarik kembali atas perintah Dokter Kejuaraan. Dalam bahasa umum, Kiken dapat diartikan sebagai forfeit atau mengundurkan diri.
Keputusan ini bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti:
-
Peserta tidak datang ke arena saat dipanggil
-
Peserta cedera sebelum atau saat pertandingan
-
Cedera yang tidak disebabkan oleh tindakan lawan
-
Peserta memilih mundur karena alasan strategis
-
Peserta tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah perintah dokter
Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tidak semua cedera dalam pertandingan menyebabkan lawan menerima penalti. Jika cedera peserta tidak disebabkan oleh pelanggaran lawan, maka Kiken diberikan tanpa penalti kepada pihak lain.
2. Situasi yang Menyebabkan KIKEN
Kiken dapat terjadi pada berbagai kondisi. Berikut beberapa contoh yang paling sering ditemui dalam pertandingan:
a. Tidak Hadir Ketika Dipanggil
Peserta diwajibkan segera memasuki area tatami ketika nomor atau namanya dipanggil oleh pengawas pertandingan. Jika tidak hadir setelah dipanggil beberapa kali, atlet tersebut dianggap tidak siap bertanding dan langsung diberikan Kiken.
b. Tidak Bisa Melanjutkan Pertandingan
Jika seorang peserta mengalami cedera atau kondisi fisik lain yang membuatnya tidak mampu melanjutkan, maka wasit — berdasarkan rekomendasi dokter — dapat menghentikan pertandingan dan menetapkan Kiken.
c. Mengabaikan Pertarungan
Situasi ini mencakup tindakan seperti:
-
Peserta menolak bertarung
-
Peserta mundur tanpa alasan medis
-
Peserta berhenti karena peralatan yang tidak bisa diperbaiki atau tidak sesuai, setelah waktu perbaikan habis
d. Ditarik Kembali oleh Dokter Kejuaraan
Jika dokter pertandingan menyatakan bahwa seorang peserta tidak boleh melanjutkan demi keselamatan, maka keputusan Kiken harus diberikan, meskipun peserta merasa masih bisa bertanding.
3. Dampak KIKEN terhadap Pertandingan Perorangan
Dalam pertandingan individu, peserta yang menerima Kiken didiskualifikasi dari kategori tersebut. Namun, penting untuk dipahami bahwa:
Kiken tidak mempengaruhi kategori lain.
Artinya, jika seorang atlet mengikuti beberapa nomor (misalnya Kumite individu dan Kata), keputusan Kiken dalam satu kategori tidak menghalangi keikutsertaannya dalam kategori lainnya.
Pada pertandingan perorangan, nilai untuk lawan yang menang karena Kiken akan diberikan sebagai:
4-0 (Yuko) pada sistem pertandingan round-robin
Dalam sistem penyisihan round-robin (setiap peserta melawan seluruh peserta lain), skor kemenangan karena Kiken selalu diberikan:
-
4 poin
-
Dihitung sebagai Yuko
Skor ini tentu bisa mempengaruhi klasemen dan menentukan siapa yang maju ke babak berikutnya.
4. Dampak KIKEN dalam Pertandingan Beregu
Dalam pertandingan beregu, satu anggota tim yang gagal hadir atau tidak dapat melanjutkan akan langsung diberikan Kiken. Namun efeknya mengenai hasil pertandingan tim secara keseluruhan.
Nilai yang diberikan untuk partai yang tidak berlangsung tersebut adalah:
8-0 (Yuko) untuk tim lawan
Mengapa 8-0?
Karena jumlah poin ini dianggap sebagai kemenangan penuh pada tingkat beregu, untuk menjaga standar konsistensi antar kelas.
Skor ini memiliki dampak signifikan dalam penentuan:
-
Kemenangan tim
-
Selisih poin (point difference)
-
Posisi dalam bagan eliminasi
Ini berarti bahwa meskipun satu partai batal, hasilnya tetap berpengaruh besar pada hasil akhir pertandingan beregu.
5. Catatan Penting Mengenai Nilai Kiken
Peraturan menyatakan bahwa:
“Nilai yang diperoleh akibat diskualifikasi lawan selalu dihitung sebagai Yuko.”
Artinya, baik 4-0 (perorangan) maupun 8-0 (beregu) semuanya tercatat sebagai poin tingkat Yuko, bukan Waza-ari atau Ippon.
Hal ini memastikan keseragaman dalam pencatatan skor dan menghindari keunggulan yang terlalu besar kepada pihak yang menang tanpa bertanding.
6. Prosedur Resmi Pengumuman KIKEN oleh Wasit
Saat sebuah Kiken terjadi, Wasit wajib mengikuti prosedur baku agar keputusan dapat diterima oleh seluruh pihak.
Prosedur resmi adalah sebagai berikut:
-
Wasit mengarahkan jari ke arah peserta atau tim yang tidak hadir / gagal hadir
-
Wasit mengumumkan dengan jelas:
"AKA KIKEN" atau "AO KIKEN"
sesuai warna atlet -
Setelah itu, Wasit menyatakan kemenangan untuk pihak yang hadir:
"AKA no KACHI" atau "AO no KACHI" -
Wasit memberikan isyarat KACHI (menang) dengan posisi tangan sebagaimana diatur WKF
Gerakan isyarat Wasit harus tegas, jelas, dan sesuai peraturan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
7. Dampak Kiken terhadap Keikutsertaan Selanjutnya
Keputusan Kiken memang berarti atlet keluar dari kategori tersebut, tetapi tidak mempengaruhi:
-
Keikutsertaan di kategori yang lain
-
Kesempatan bersaing di hari pertandingan berikutnya
-
Catatan ranking internasional (selama tidak ada penalti disiplin lain)
Ini penting agar atlet tidak dirugikan secara keseluruhan jika Kiken terjadi karena faktor seperti cedera non-lawan atau alasan teknis.
8. Perbedaan KIKEN dengan Keputusan Lain
Agar tidak membingungkan, berikut ringkasan perbedaannya:
| Keputusan | Penyebab | Dampak | Nilai untuk lawan |
|---|---|---|---|
| Kiken | Tidak hadir, mundur, cedera, perintah dokter | Peserta keluar dari kategori | 4-0 (perorangan), 8-0 (beregu) |
| Hansoku | Pelanggaran berat | Diskualifikasi, lawan menang | Sesuai poin saat Hansoku |
| Shikkaku | Pelanggaran sangat berat / perilaku buruk | Keluar dari seluruh kejuaraan | Lawan menang penuh |
Dengan memahami perbedaannya, pelatih dan atlet dapat memahami risiko dan tanggung jawab yang harus dihindari.
Kesimpulan
Kiken merupakan keputusan penting dalam pertandingan Karate WKF yang memastikan jalannya pertandingan tetap tertib, adil, dan sesuai jadwal. Keputusan ini diberikan ketika peserta tidak hadir, tidak dapat melanjutkan, atau ditarik demi alasan keselamatan. Dampak skor yang diberikan bersifat tetap dan terstandarisasi, yaitu 4-0 untuk pertandingan perorangan dan 8-0 untuk pertandingan beregu, keduanya dihitung sebagai Yuko.
Memahami aturan Kiken sangat penting bagi atlet, pelatih, wasit, dan juri, agar setiap pihak mengetahui hak dan kewajiban selama berada di tatami serta dapat mengambil keputusan cepat ketika situasi tidak terduga terjadi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar