Latihan Khusus Tambahan Peningkatan Kualitas Gerakan Teknik KATA yang Benar
Suasana Minggu pagi, 15 Desember 2025, di Dojo Naga Beraksi SDN 23 Mendo Barat, Bangka terasa berbeda dari biasanya. Ruangan latihan yang biasanya dipenuhi suara anak-anak berlatih, kali ini menjadi tempat berkumpulnya para asisten pelatih dan calon peserta O2SN 2025. Di bawah arahan langsung Sensei Deky Marcose, latihan khusus teknik KATA dilaksanakan dengan pendekatan mendalam dan penekanan pada pondasi dasar yang kuat.
Latihan ini bukan sesi biasa. Bagi sebagian peserta, kesempatan ini menjadi ajang pengujian sejauh mana kualitas gerakan mereka selama ini. Sejak awal, Sensei Deky menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki pemahaman teknik dasar peserta sebelum mereka membawa KATA ke tingkat lebih tinggi.
“Hari ini kalian saya kumpulkan di sini, karena kalian adalah para Asisten Pelatih dan Calon Peserta O2SN 2025. Latihan ini terfokus pada Pondasi Teknik Dasar KATA, sebelum membawa sebuah KATA (jurus) ada hal-hal yang perlu kalian pahami yaitu dengan Metode 5 (lima) 1 (satu) dan 5 (lima) 2 (dua) dan 5+1 dan 5+2,” ujar Sensei Deky saat membuka sesi latihan.
Bagi orang awam, istilah tersebut mungkin terdengar teknis, tetapi bagi para karateka yang hadir, penekanan itu menjadi isyarat bahwa latihan hari itu bukan sekadar pengulangan gerakan. Ini adalah pemahaman ulang dari akar teknik yang sering kali terlewat saat fokus beralih pada penampilan jurus semata.
Sebagai dojo yang telah melahirkan banyak atlet potensial, Naga Karate Club memahami bahwa kualitas KATA tidak bisa dibangun secara instan. Dalam penjelasannya, Sensei Deky menyampaikan bahwa metode 5+1 dan 5+2 merupakan fondasi penting sebelum bergerak menuju permainan KATA secara penuh.
“Jika kalian sudah memahami Metode ini barulah nanti bisa menerapkan Metode seNYAWA ke dalam Permainan KATA (Jurus), seperti Senyawa GOJU (gerakan Keras dan Lembut), Speed (Kecepatan), Timing (Waktu), Power (kekuatan), Kime' (Gerakan Pinggul) dan Ibuki yang merupakan unsur seNYAWA Nafas Mulut, Dada dan Perut, ditambah Cakugan (gerakan menoleh), Wajah yang Fokus dan sangar serta Kiyai (Teriakan Keras) akan membuat sebuah permainan KATA menjadi Hidup,” tambahnya.
Penjelasan tersebut membuat para peserta diam memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka menyadari bahwa tanpa pemahaman menyeluruh, jurus hanya akan menjadi rangkaian gerakan kosong tanpa jiwa dan kekuatan.
Latihan dimulai dengan pemanasan ringan, kemudian dilanjutkan pada teknik dasar berdiri (dachi), pukulan (tsuki), tangkisan (uke), dan tendangan (geri). Namun, Sensei Deky tidak hanya mengevaluasi dari sisi bentuk. Ia memperhatikan postur pinggul, pusat tenaga, irama napas, sudut pandang mata, hingga ekspresi wajah.
Latihan ini dianggap sebagai penyaringan awal untuk menilai kemampuan masing-masing asisten pelatih dan calon peserta. Tidak ada satu pun yang dibiarkan bergerak asal-asalan. Jika ada gerakan yang kurang tepat, koreksi langsung disampaikan dengan jelas dan tegas.
Kriteria penilaian bukan sekadar keluwesan fisik, tetapi juga bagaimana peserta menghidupkan gerakan melalui kekuatan, fokus, pengendalian napas, dan energi tubuh. Beberapa peserta terlihat gugup karena belum pernah mendapatkan koreksi sedetail itu, namun semangat mereka tetap menyala.
Sebagai asisten pelatih, peserta latihan ini tidak hanya dipersiapkan untuk tampil, tetapi juga untuk mengajarkan. Sensei Deky menekankan bahwa pemahaman keliru yang diajarkan kepada junior bisa berdampak panjang pada kualitas dojo.
Dengan metode 5+1 dan 5+2, setiap peserta diharapkan mampu memecah satu jurus menjadi bagian-bagian yang bisa diajarkan secara terstruktur. Mulai dari sikap tubuh, peralihan kaki, penggunaan pinggul, hingga arah pandang yang sesuai dengan situasi serangan.
Setelah semua elemen metode dijelaskan, Sensei Deky memberikan instruksi lanjutan yang harus dilakukan secara mandiri.
“Setelah semua dibekali dengan Metode 5+1 dan 5+2, tugas kalian selanjutnya dapat dilatih di rumah masing-masing di depan kaca, lakukan hal ini minimal 3 kali seminggu. Insyallah jika kalian lakukan di rumah insyallah pasti ada perbedaan dari gerakan kalian sebelumnya,” ucapnya.
Arahan tersebut menciptakan komitmen mandiri. Para peserta mencatat dengan sungguh-sungguh dan memahami bahwa latihan bukan hanya di dojo, tetapi juga menjadi tanggung jawab pribadi.
Setelah materi metode dipahami, latihan dilanjutkan dengan praktik permainan KATA secara langsung. Peserta diminta menampilkan jurus secara individu terlebih dahulu. Dalam sesi ini, Sensei Deky memperhatikan timing, irama, dan fokus pandangan setiap peserta.
Setelah itu, mereka diminta memainkan KATA secara beregu. Kekompakan menjadi aspek penting. Perbedaan kecil dalam kecepatan, kuda-kuda, atau posisi tangan langsung dikoreksi untuk menyatukan ritme dan energi gerakan.
Latihan beregu juga dimaksudkan untuk menyiapkan calon peserta O2SN 2025 agar terbiasa tampil dalam tekanan bersama. Bukan hanya soal teknik, tetapi bagaimana menyamakan visi, kekuatan, dan karakter dalam satu gerakan kolektif.
Naga Karate Club dikenal memiliki potensi atlet yang terus berkembang. Oleh karena itu, regenerasi menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan mereka. Dengan melibatkan para asisten pelatih, Sensei Deky memastikan bahwa ilmu dan standar kualitas tidak berhenti di satu generasi.
Latihan Minggu itu diharapkan menjadi titik awal pembentukan tim yang kuat dan solid untuk menghadapi O2SN 2025. Para peserta bukan hanya disiapkan untuk bertanding, tetapi juga menjadi contoh bagi adik-adik junior yang akan mengikuti jejak mereka.
Meski latihan hanya berlangsung beberapa jam, dampaknya terasa mendalam bagi semua yang hadir. Hasil evaluasi hari itu akan menjadi bahan penyusunan program latihan lanjutan untuk beberapa bulan ke depan.
Ke depan, latihan tambahan seperti ini rencananya akan digelar secara rutin. Fokusnya bukan hanya teknik, tetapi juga fisik, mental, kedisiplinan, dan strategi menghadapi pertandingan. Para peserta juga akan terus dimonitor untuk memastikan latihan mandiri berjalan dengan baik.
Dengan semangat kebersamaan dan bimbingan yang konsisten, Naga Karate Club menargetkan tahun 2025 sebagai momentum prestasi baru bagi Mendo Barat, khususnya dalam cabang olahraga Karate.
---
Jika Anda ingin:
* ditambah lead pembuka ala berita media,
* dijadikan 1.000 kata penuh,
* diberi judul baru,
* dibuat versi cetak atau website,
tinggal beri arahan, akan saya sesuaikan segera.
Cari Postingan disini
Berita Terbaru
3-latest-65px
LABEL POSTINGAN
- Edukasi (8)
- GASHUKU DAN UJIAN (11)
- Kabar Utama (22)
- LATIHAN (3)
- Latihan Karate Gokasi (3)
- LATIHAN KATA (3)
- LATIHAN KUMITE (4)
- Peraturan Karate WKF (9)
- Sejarah (4)
- UCAPAN (1)
- UPACARA TRADISI (1)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar