![]() |
| Dojo Naga Rimba SDN 20 Mendo Barat |
Dojo Naga Rimba Gelar Seleksi Ketat Jelang Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Periode Pertama Tahun 2022
Naga News, Jumat (28/07/2022)
Kace, Mendo Barat – Bangka.
Menjelang pelaksanaan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Periode Pertama Tahun 2022, suasana di Dojo Naga Rimba tampak semakin semarak dan penuh semangat. Para karateka dari berbagai tingkatan usia dan sabuk berkumpul di lapangan latihan Desa Kace, Mendo Barat, Bangka, untuk mengikuti seleksi calon peserta ujian yang diselenggarakan secara khusus oleh tim pelatih dojo.
Seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana kemampuan teknis, pemahaman gerakan dasar, serta kesiapan mental dan fisik para karateka setelah berbulan-bulan mengikuti program latihan rutin. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan Dojo Naga Rimba yang mengedepankan kualitas, kedisiplinan, dan prestasi.
Seleksi Ketat untuk Menjaring Karateka Berkualitas
Dalam pelaksanaan seleksi tersebut, seluruh peserta diuji mulai dari teknik dasar (kihon), gerakan jurus (kata), hingga simulasi pertarungan (kumite). Para pelatih mengamati secara detail setiap gerakan, ketepatan posisi kuda-kuda, koordinasi tangan dan kaki, serta semangat juang yang ditunjukkan oleh masing-masing karateka.
Pelatih utama Dojo Naga Rimba, Deky Marcose, menjelaskan bahwa seleksi ini menjadi tahap penting sebelum para karateka diizinkan mengikuti ujian kenaikan tingkat sabuk. “Seleksi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana hasil latihan selama mereka mengikuti kegiatan Karate,” ujar Deky saat diwawancarai oleh tim Naga News.
Ia menambahkan, “Jika nanti hasilnya baik maka otomatis akan langsung diperbolehkan untuk ikut ujian. Namun jika hasilnya masih di bawah standar, mungkin akan kita tunda dulu, sampai mereka betul-betul bisa dan menguasai dasar dengan baik.”
Sistem Latihan yang Konsisten dan Terarah
Dalam dunia karate, penguasaan dasar adalah fondasi utama yang tidak boleh disepelekan. Menurut Deky, sistem seleksi ini bukan sesuatu yang baru. Ia telah menerapkannya di setiap dojo yang pernah ia buka. “Sistem saya memang seperti ini dari dulu, dimanapun saya membuka tempat karate, pasti saya terapkan sistem ini. Karena saya tidak mau anak-anak yang ikut ujian itu tidak betul-betul memahami gerakan. Kalau itu dibiarkan, mereka sendiri yang akan rugi. Sabuknya sudah tinggi, tapi kemampuannya masih standar,” ungkap Deky dengan tegas.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen Dojo Naga Rimba untuk tidak hanya mengejar kuantitas peserta ujian, tetapi lebih kepada kualitas para karateka itu sendiri. Proses seleksi menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap tingkatan sabuk yang disandang.
“Di sini kita mengejar prestasi, bukan sekadar olahraga beladiri saja. Kalau hal ini kita terapkan, insyaallah ke depan anak-anak akan mampu menjadi seorang atlet profesional dan pelatih yang handal nantinya,” tambah Deky dengan penuh semangat.
Gashuku: Momentum Pembentukan Karakter dan Kebersamaan
Selain ujian kenaikan tingkat, agenda penting yang akan dilaksanakan adalah Gashuku, yaitu latihan bersama dalam skala besar yang biasanya digelar di luar dojo, seperti di pantai atau lapangan terbuka. Gashuku bukan sekadar latihan biasa. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antar-dojo, menumbuhkan semangat juang, serta menguji ketahanan fisik dan mental para karateka.
Dalam Gashuku, para peserta akan mengikuti berbagai macam sesi latihan intensif mulai dari pagi hingga sore hari. Materi latihan mencakup pengulangan teknik dasar, peningkatan jurus, simulasi pertandingan, serta pembinaan mental. Semua ini dirancang agar karateka lebih siap menghadapi ujian sesungguhnya dan tantangan di masa depan.
Antusiasme Karateka dan Orang Tua
Seleksi yang digelar di Desa Kace ini disambut dengan antusias tinggi dari para karateka dan orang tua. Sejak pagi, lokasi latihan sudah dipenuhi suara semangat dan yel-yel karate. Para peserta terlihat berbaris rapi, mengenakan gi (seragam karate) putih bersih dan ikat sabuk sesuai tingkatan masing-masing. Keringat bercucuran, namun semangat mereka tak luntur sedikit pun.
Salah satu peserta seleksi, Rizky (12 tahun), mengaku deg-degan namun senang bisa ikut seleksi. “Latihannya memang capek, tapi saya senang. Saya ingin bisa naik sabuk dan ikut ujian nanti,” katanya sambil tersenyum.
Orang tua juga turut mendukung penuh kegiatan ini. Ibu Fitri, salah satu wali murid, mengatakan, “Kami bangga anak-anak dilatih dengan sistem seperti ini. Tidak asal naik sabuk, tapi benar-benar melalui proses. Ini melatih kedisiplinan dan tanggung jawab mereka.”
Komitmen Dojo Naga Rimba terhadap Pembinaan Atlet Muda
Dojo Naga Rimba bukan hanya tempat latihan karate biasa. Sejak berdirinya, dojo ini telah berkomitmen untuk mencetak karateka-karateka muda yang berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. Banyak alumni dojo yang kini telah menjadi atlet berprestasi bahkan pelatih di daerahnya masing-masing.
Dengan adanya sistem seleksi yang ketat dan terstruktur, diharapkan para karateka yang lolos ujian nantinya benar-benar layak menyandang sabuk baru. Hal ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengikuti berbagai kejuaraan karate yang akan datang.
“Seleksi seperti ini memang harus kita lakukan setiap periode ujian. Ini bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Kalau dari awal sudah dibiasakan disiplin dan berstandar tinggi, mereka akan terbiasa menjadi pribadi yang tangguh dan kompetitif,” jelas Deky.
Harapan ke Depan
Kegiatan seleksi ini diakhiri dengan pengarahan singkat dari pelatih kepada seluruh peserta. Deky memberikan motivasi agar para karateka terus berlatih dengan semangat, tidak mudah menyerah, dan tetap rendah hati meski nanti berhasil naik tingkat. “Naik sabuk bukan berarti latihan berhenti. Justru tanggung jawab kalian semakin besar. Teruslah belajar, hormati pelatih dan sesama, serta jadilah contoh yang baik,” pesannya.
Dengan pelaksanaan seleksi ini, Dojo Naga Rimba menunjukkan keseriusannya dalam menjaga mutu latihan dan ujian. Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Periode Pertama Tahun 2022 menjadi momentum penting untuk menilai hasil latihan dan mempersiapkan generasi karateka yang lebih baik.
Masyarakat Desa Kace dan sekitarnya pun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan dojo. Kehadiran Dojo Naga Rimba tidak hanya memberi manfaat dalam bidang olahraga, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar disiplin, tangguh, dan berprestasi.
Penutup
Seleksi calon peserta ujian Dojo Naga Rimba ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan keras, ketekunan, dan komitmen untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Sistem seleksi yang diterapkan pelatih bukan untuk menyulitkan, tetapi justru menjaga kualitas dan martabat karate itu sendiri.
Dengan semangat juang yang tinggi dari para karateka, dukungan orang tua, serta kepemimpinan pelatih yang tegas dan visioner, Dojo Naga Rimba optimistis akan melahirkan generasi karateka profesional, berprestasi, dan berakhlak mulia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar