![]() |
| Gerakan Karate Dojo SDN 19 Pangkalpinang |
Nama Gerakan Karate Beserta Istilah dan Terjemahannya
Karate merupakan salah satu seni bela diri yang berasal dari Jepang dan telah mendunia karena filosofi, teknik, serta kedisiplinannya. Dalam dunia karate, setiap gerakan memiliki nama khusus dalam bahasa Jepang yang tidak hanya menggambarkan bentuk gerakan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Memahami istilah gerakan dalam karate sangat penting agar seorang karateka dapat mengikuti latihan dengan baik, memahami instruksi pelatih (sensei), dan menghargai warisan budaya yang terkandung di dalamnya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap nama-nama gerakan karate beserta istilah dan terjemahannya, meliputi posisi berdiri (Dachi), pukulan (Tsuki), tangkisan (Uke), tendangan (Geri), serta teknik khusus lainnya.
🥋 1. Posisi Berdiri (DACHI – 立ち)
Dalam karate, dasar dari setiap teknik adalah posisi berdiri (dachi). Posisi yang benar menentukan keseimbangan, kekuatan, dan kecepatan serangan maupun pertahanan. Berikut beberapa posisi dachi yang umum digunakan:
-
Heisoku Dachi (閉足立ち) – Posisi berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan tangan di sisi tubuh.
Terjemahan: “Posisi kaki rapat.”
Fungsi: Biasanya digunakan saat memberi hormat (Rei) atau saat awal dan akhir latihan. -
Musubi Dachi (結び立ち) – Tumit menyatu, jari kaki membentuk huruf “V”.
Terjemahan: “Posisi mengikat.”
Fungsi: Digunakan saat upacara pembukaan atau penghormatan formal di dojo. -
Heiko Dachi (平行立ち) – Kedua kaki sejajar selebar bahu.
Terjemahan: “Posisi sejajar.”
Fungsi: Posisi netral sebelum memulai latihan. -
Zenkutsu Dachi (前屈立ち) – Posisi kuda depan dengan satu kaki di depan, lutut depan ditekuk, dan kaki belakang lurus.
Terjemahan: “Posisi langkah maju.”
Fungsi: Dasar untuk teknik menyerang dan menangkis. -
Kokutsu Dachi (後屈立ち) – Berat badan bertumpu pada kaki belakang, kaki depan hanya sedikit menapak.
Terjemahan: “Posisi langkah mundur.”
Fungsi: Digunakan untuk pertahanan dan serangan balik. -
Kiba Dachi (騎馬立ち) – Posisi seperti menunggang kuda, kedua kaki terbuka lebar dan lutut ditekuk.
Terjemahan: “Posisi kuda.”
Fungsi: Melatih kekuatan kaki dan keseimbangan. -
Shiko Dachi (四股立ち) – Mirip dengan kiba dachi, namun jari kaki menghadap ke luar sekitar 45°.
Terjemahan: “Posisi empat kaki.”
Fungsi: Digunakan dalam beberapa gaya seperti Goju-Ryu. -
Neko Ashi Dachi (猫足立ち) – Posisi seperti kucing siap melompat; berat badan lebih banyak di kaki belakang.
Terjemahan: “Posisi kaki kucing.”
Fungsi: Untuk gerakan defensif dan serangan cepat.
👊 2. Pukulan (TSUKI – 突き)
Pukulan adalah teknik serangan utama dalam karate. Meskipun tampak sederhana, teknik tsuki memiliki filosofi bahwa kekuatan berasal dari seluruh tubuh, bukan hanya dari tangan.
-
Oi Tsuki (追い突き) – Pukulan maju dengan langkah searah kaki depan.
Terjemahan: “Pukulan mengejar.”
Fungsi: Serangan dasar dalam latihan Kihon dan Kumite. -
Gyaku Tsuki (逆突き) – Pukulan balik dengan tangan berlawanan dari kaki depan.
Terjemahan: “Pukulan terbalik.”
Fungsi: Pukulan yang kuat karena didukung rotasi pinggul. -
Kizami Tsuki (刻み突き) – Pukulan cepat dengan tangan depan tanpa berpindah posisi kaki.
Terjemahan: “Pukulan potong.”
Fungsi: Digunakan untuk serangan cepat atau menjajaki jarak lawan. -
Choku Tsuki (直突き) – Pukulan lurus dari posisi alami.
Terjemahan: “Pukulan langsung.”
Fungsi: Latihan dasar untuk melatih kecepatan dan arah serangan. -
Mawashi Tsuki (回し突き) – Pukulan melingkar.
Terjemahan: “Pukulan memutar.”
Fungsi: Menyerang sisi tubuh lawan atau membuka pertahanan. -
Tate Tsuki (縦突き) – Pukulan vertikal dengan posisi kepalan berdiri.
Terjemahan: “Pukulan tegak.”
Fungsi: Untuk serangan jarak dekat. -
Ura Tsuki (裏突き) – Pukulan balik dengan arah dari bawah ke atas.
Terjemahan: “Pukulan bawah.”
Fungsi: Cocok untuk pertarungan jarak pendek (close combat).
✋ 3. Tangkisan (UKE – 受け)
Tangkisan adalah teknik pertahanan dalam karate. Fungsinya bukan hanya untuk menahan serangan, tetapi juga untuk mengalihkan arah energi lawan.
-
Age Uke (上げ受け) – Tangkisan ke atas.
Terjemahan: “Blok naik.”
Fungsi: Melindungi kepala dari serangan tinggi. -
Gedan Barai (下段払い) – Tangkisan ke bawah.
Terjemahan: “Blok rendah.”
Fungsi: Menghalau tendangan atau pukulan ke arah perut. -
Soto Uke (外受け) – Tangkisan dari luar ke dalam.
Terjemahan: “Blok luar.”
Fungsi: Menangkis pukulan ke arah tubuh bagian tengah. -
Uchi Uke (内受け) – Tangkisan dari dalam ke luar.
Terjemahan: “Blok dalam.”
Fungsi: Menghalau serangan ke dada atau sisi tubuh. -
Shuto Uke (手刀受け) – Tangkisan dengan tepi tangan.
Terjemahan: “Blok pedang tangan.”
Fungsi: Digunakan dalam gaya pertahanan cepat. -
Morote Uke (諸手受け) – Tangkisan dengan dua tangan.
Terjemahan: “Blok ganda.”
Fungsi: Menghadapi serangan kuat atau beruntun. -
Nagashi Uke (流し受け) – Tangkisan mengalir.
Terjemahan: “Blok mengalir.”
Fungsi: Mengalihkan arah serangan dengan gerakan halus tanpa benturan keras. -
Kake Uke (掛け受け) – Tangkisan kait.
Terjemahan: “Blok mengait.”
Fungsi: Menangkap atau mengunci serangan tangan lawan.
🦵 4. Tendangan (GERI – 蹴り)
Tendangan dalam karate disebut “Geri”, dan menjadi salah satu teknik paling eksplosif. Setiap tendangan memiliki arah dan tujuan berbeda, serta harus dikendalikan dengan keseimbangan tubuh yang baik.
-
Mae Geri (前蹴り) – Tendangan ke depan.
Terjemahan: “Tendangan depan.”
Fungsi: Serangan lurus ke perut atau dada lawan. -
Yoko Geri (横蹴り) – Tendangan ke samping.
Terjemahan: “Tendangan samping.”
Fungsi: Efektif untuk menjauhkan lawan. -
Mawashi Geri (回し蹴り) – Tendangan melingkar.
Terjemahan: “Tendangan memutar.”
Fungsi: Salah satu tendangan paling populer dalam Kumite (pertarungan). -
Ushiro Geri (後ろ蹴り) – Tendangan ke belakang.
Terjemahan: “Tendangan belakang.”
Fungsi: Untuk serangan mendadak saat lawan menyerang dari belakang. -
Fumikomi Geri (踏み込み蹴り) – Tendangan injak ke bawah.
Terjemahan: “Tendangan injak.”
Fungsi: Menyerang kaki atau lutut lawan. -
Kansetsu Geri (関節蹴り) – Tendangan ke arah sendi.
Terjemahan: “Tendangan sendi.”
Fungsi: Menyerang titik lemah sendi kaki lawan. -
Hiza Geri (膝蹴り) – Tendangan lutut.
Terjemahan: “Tendangan lutut.”
Fungsi: Serangan jarak dekat ke perut atau dada lawan. -
Tobi Geri (跳び蹴り) – Tendangan sambil melompat.
Terjemahan: “Tendangan lompat.”
Fungsi: Menyerang lawan yang lebih jauh atau saat dalam momentum menyerang.
🧠 5. Teknik Tangan dan Serangan Lain (Uchi & Ate Waza)
Selain pukulan dengan kepalan, karate memiliki banyak variasi serangan dengan bagian tangan lainnya. Teknik ini sering dipakai dalam Kata (jurus) maupun pertarungan jarak pendek.
-
Uraken Uchi (裏拳打ち) – Pukulan punggung tangan.
Terjemahan: “Pukulan balik tangan.”
Fungsi: Serangan cepat dari jarak dekat. -
Shuto Uchi (手刀打ち) – Pukulan dengan sisi tangan seperti pedang.
Terjemahan: “Pukulan pedang tangan.”
Fungsi: Digunakan untuk serangan ke leher atau bahu lawan. -
Empi Uchi (肘打ち) – Pukulan siku.
Terjemahan: “Pukulan siku.”
Fungsi: Sangat kuat dalam pertarungan jarak dekat. -
Tetsui Uchi (鉄槌打ち) – Pukulan palu dengan sisi bawah kepalan.
Terjemahan: “Pukulan palu besi.”
Fungsi: Menyerang kepala atau bahu lawan dari atas. -
Nukite (貫手) – Serangan dengan ujung jari.
Terjemahan: “Tangan tombak.”
Fungsi: Menyerang titik vital seperti tenggorokan.
⚡ 6. Gerakan Khusus dan Istilah Pendukung
Selain teknik utama di atas, karate juga mengenal beberapa istilah dan gerakan pendukung yang penting dipahami oleh semua karateka:
-
Kamae (構え) – Posisi siaga atau kuda-kuda bertahan.
Fungsi: Mempersiapkan diri sebelum menyerang atau bertahan. -
Kiai (気合い) – Teriakan semangat saat menyerang atau menangkis.
Terjemahan: “Semangat jiwa.”
Fungsi: Mengeluarkan energi maksimal dan menggetarkan lawan. -
Kuzushi (崩し) – Teknik menjatuhkan atau menggoyahkan keseimbangan lawan.
Fungsi: Untuk membuka peluang serangan berikutnya. -
Tai Sabaki (体捌き) – Gerakan menghindar dengan tubuh.
Terjemahan: “Pengelakan tubuh.”
Fungsi: Menghindari serangan tanpa kontak langsung. -
Renraku Waza (連絡技) – Kombinasi teknik.
Fungsi: Menyusun beberapa serangan atau tangkisan menjadi satu rangkaian efektif. -
Kata (形) – Jurus atau pola gerakan yang menggambarkan simulasi pertarungan.
Fungsi: Melatih memori gerak, teknik, dan semangat. -
Kumite (組手) – Pertarungan antar karateka.
Terjemahan: “Pertemuan tangan.”
Fungsi: Mengaplikasikan teknik dalam situasi nyata. -
Kihon (基本) – Teknik dasar karate.
Terjemahan: “Dasar.”
Fungsi: Fondasi dari semua gerakan karate.
🏯 7. Makna Filosofis di Balik Istilah Jepang
Bahasa Jepang dalam karate bukan sekadar istilah teknis. Setiap kata menyiratkan filosofi hidup. Misalnya:
-
“Do” (道) berarti jalan — menggambarkan perjalanan spiritual dan disiplin diri.
-
“Karate” (空手) berarti tangan kosong, melambangkan kejujuran dan kesederhanaan dalam menghadapi hidup.
-
“Rei” (礼) berarti hormat, inti dari etika karate yang menanamkan sikap rendah hati dan sopan santun.
Dengan memahami istilah-istilah ini, seorang karateka tidak hanya menjadi kuat secara fisik, tetapi juga berjiwa luhur.
8. Kesimpulan
Memahami nama-nama gerakan karate beserta istilah dan terjemahannya bukan hanya tentang menghafal kata, tetapi juga mempelajari makna di baliknya. Bahasa Jepang dalam karate mengajarkan keteraturan, penghormatan, serta filosofi hidup yang mendalam.
Dari posisi dasar (Dachi), pukulan (Tsuki), tangkisan (Uke), hingga tendangan (Geri), setiap istilah memiliki arti penting yang harus dihayati oleh setiap karateka. Seorang karateka sejati tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai moral di balik setiap gerakan.
Karate bukan sekadar olahraga — karate adalah seni hidup, disiplin, dan kehormatan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar